.

.

Pemain dan Pengamat

BERITAJAWA.com - 
         
Sebentar lagi, Juni 2014, Piala Dunia akan kembali digulirkan. Seluruh kegiatan di bumi ini akan kembali terhenti untuk menyaksikan para pesepakbola dunia beraksi. Selain akan melahirkan pemain bintang, Piala Dunia juga melahirkan para pengamat sepakbola.

          PEMAIN dan pengamat memang berbeda. Pemain biasanya piawai dalam memainkan bola. Pengamat melakukan pengamatan kepada para pemain bola tersebut. Biasanya pengamat  menempatkan dirinya lebih pintar dibandingkan para pemain. Maka, pengamat tak jarang mengritik pemain sedemikian rupa, sehingga disimpulkan pemain bersangkutan kurang cerdas, temperamental, egois, dan sebagainya. Atas kritikan ini, sebenarnya pemain bisa membalas dengan memberikan kaos dan sepatu untuk pengamat, agar pengamat bersangkutan menjadi pemain.
          Tentu saja pengamat tersebut permainan bolanya bisa lebih jelek daripada pemain yang diamatinya. Apalagi, jika si pengamat bukan bekas pemain sepakbola dan usianya sudah uzur bagi pemain sepakbola, di atas 35 tahun. Apapun, pemain butuh pengamat agar permainannya bisa lebih meningkat. Itulah yang membuat pengamat tetap eksis. Komentarnya tetap didengarkan di televisi dan radio, tulisannya dapat dibaca di koran-koran atau majalah, obrolannya juga bisa didengarkan di warung-warung kopi.
          Pemain dan pengamat ini juga terjadi di berbagai bidang kehidupan. Seperti pengamat bisnis, dia sendiri belum tentu pebisnis yang berhasil. Namun, memang ada nilai lebihnya jika pengamat itu memang berasal dari orang yang sukses di bidangnya. Misalnya, pengamat bisnis adalah pebisnis yang sukses dan seterusnya. Pengamat seperti itu biasanya digolongkan sebagai “konsultan”.
          Hal ini memang harus kita pahami dengan benar. Terutama terkait dengan pengamat spiritual, biasanya mendapat ledekan seperti ini: “Kalau dia bisa menasihati tentang bisnis, kenapa dia tidak berbisnis sendiri?; Kalau dia bisa menebak angka lotere yang akan keluar, kenapa dia tidak pasang lotere sendiri?; Kalau dia bisa menyembuhkan orang lain, kenapa dia tidak menyembuhkan dirinya sendiri?” Pertanyaan sejenis dapat diteruskan sendiri.
          Bila itu yang terjadi, biasanya orang yang mengatakan hal tersebut tidak paham tentang pemain dan pengamat. Pengamat sendiri, minimal ada dua kategori, pengamat murni (lewat pengetahuannya) dan pengamat “konsultan” (lewat pengalaman praktis/lapangan). Pemain adalah obyek yang diamati agar yang diamati dapat meningkatkan prestasinya dalam bidang apapun.
          Barangkali Mbah Ributmerupakan kategori pengamat murni. Jika sedang berbicara politik, Mbah Ribut tak perlu harus menjadi pemain politik praktis seperti menjadi anggota partai dan caleg lebih dulu. Demikian pula, ketika Mbah Ribut berbicara sepakbola, tak perlu Mbah Ribut harus tercatat lebih dahulu sebagai pemain Real Madrid atauPersiba Bantul. Apalagi “ilmu Mbah Ribut” bukan ilmu ilmiah yang berdasarkan tinjauan akademis atau uji klinis, melainkan meta fisika atau dengan kata lain ilmu ilmiah belum mampu menjangkaunya.
          Beberapa orang sering mengungkapkan permasalahan mereka kepada Mbah Ribut. Lalu, dengan cara Mbah Ribut, orang-orang yang mengungkapkan permasalahannya tersebut Mbah Ribut terawang dan dideteksi untuk menemukan masalah dan solusinya. Kemudian, semuanya diserahkan kepada kehendak Tuhan. Insya Allah, masalah orang-orang tersebut dapat diselesaikan. Begitulah “praktik Mbah Ribut”.
          Seperti halnya pemain dan pengamat sepakbola yang terpercaya, sehingga mereka dapat menjadi referensi. Demikian pula pemain dan pengamat dunia spiritualitas, mereka juga ada yang terpercaya dan juga abal-abal. Bagi pemain dan pengamat spiritual yang terpercaya, ia sebagai suluh yang dapat menerangi orang-orang yang dalam kegelapan ingin berjalan menuju ke tujuan hidupnya. Sebaliknya, pemain dan pengamat spiritual yang abal-abal, dia bisa menyesatkan.

Jakarta, 11 Mei 2014

Salam,


Mbah Ribut
         

Catatan:
-         Bagi pengunjung/pembaca Mbah Ribut, mulai sekarang dapat berkonsultasi secara pribadi.
-         Surat elektronik (email) dapat dikirimkan ke  mbahribut1@yahoo.com dan (bila perlu) lengkapi dengan foto Anda.
Share this article :
 
About Us | Privacy Policy|Term Of Use| Contact Us
Copyright © 2011. beritajawa.com - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger