.

.

Memanfaatkan Media Air

BERITAJAWA.com - 

Memanfaatkan Media Air

            Air sering digunakan sebagai media pengobatan, karena air memiliki sifat keluhuran. Air selalu mengalir ke bagian paling rendah dan membentuk seperti yang diairi. Air masuk ke dalam gelas, bentuknya seperti gelas. Itulah sifat utama air, yakni rendah hati dan menyesuaikan diri dengan yang dilayani.

            AIR juga digunakan ritual hampir semua agama dan budaya. Di kalangan Kristiani dikenal dengan upacara baptisan; di kalangan Islam, mereka harus wudhu terlebih dahulu sebelum menegakkan sholat. Demikian pula dengan agama Hindu dan Buddha juga menggunakan air untuk peribadatan mereka. Di kalangan budaya Jawa, air sering digunakan untuk media penyembuhan. R.M. Sosrokartono, kakak dari R.A. Kartini (pejuang emansipasi Indonesia), dikenal sebagai penyembuh dengan menggunakan media air. Begitu juga para pengikut Pak De Narto yang bergabung dalam Paguyuban Ngesti Tunggal (Pangestu), mereka, para siswa Pangestu, sering menggunakan air untuk praktik penyembuhan.
Contoh lain pemanfaatan air untuk penyembuhan ini bisa diketemukan di banyak kasus. Di Jepang, sudah ada penelitian tentang sifat air. Konon, air yang dimaki-maki menjadi keruh; sebaliknya, air yang diberi berkah dan doa-doa menjadi jernih. Di jagad gedhe (makrokosmos), lebih jelas, air yang keruh biasanya berubah bentuk sebagai banjir. Sedangkan, air bersih bisa digunakan untuk minum, menanak nasi, membuat sayur, dan juga mandi. Pesannya adalah jangan memainkan air. Air bisa menjadi penyebab penyakit (jika mampet atau tidak mengalir) dan kalau kebanyakan bisa menjadi banjir bandang yang menghanyutkan apa saja.
Maka, ada baiknya Mbah Ribut mengingatkan, mari kita semua bersahabat dengan air. Kita beri dia tempat yang layak, selokan yang pas atau pemakaian air yang tidak boros. Beri dia resapan dengan menaman pohon. Kali-kali dibersihkan dari sampah-sampah. Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk melakukan aktivitas “cinta air” ini. Sehingga ketika di musim penghujan, tidak terjadi banjir bandang dan di musim kemarau, kita tidak kehabisan air atau mengalami kekeringan.
Untuk manusia, konon 80 - 90% unsur tubuh terdiri dari air. Ini yang menyebabkan manusia lebih tahan lapar daripada haus. Kesimpulannya, air merupakan sesuatu yang vital. Seperti pada penyembuh kebanyakan, Mbah Ribut juga sering menggunakan media air untuk mengobati pasien. Biasanya dari air botol kemasan, kemudian kita doakan sembari dialiri energi penyembuhan, air tersebut sudah berubah bentuk sebagai media pengobatan.
Jika kita semua melakukan seperti itu, memberikan berkah dan doa, kepada air (khususnya yang mau kita minum), insya Allah, bisa menjadi obat yang kita butuhkan. Jika tidak percaya, lakukanlah sekarang! Lalu, jangan lupa minum air (sekitar 9 gelas) per hari untuk menjaga kesehatan Anda.
R.M. Sosrokartono pernah ditanya orang, “Bagaimana prosesnya, air bisa bertuah untuk menyembuhkan?”
“Itu terserah Tuhan, saya tidak tahu prosesnya,” demikian kurang kebih jawaban R.M. Sosrokartono yang rendah hati itu.
Barangkali jika Mbah Ribut ditanya hal serupa, jawabannya kurang lebih sama dengan jawaban R.M. Sosrokartono tadi.

Jakarta, 4 Maret 2014
Salam,

Mbah Ribut
              
 
Share this article :
 
About Us | Privacy Policy|Term Of Use| Contact Us
Copyright © 2011. beritajawa.com - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger