.

.

Antara Jodoh dan Tidak Jodoh

BERITAJAWA.com - 

Mbah Ribut: 
Antara Jodoh dan Tidak Jodoh
            Membina hubungan sebagai kekasih yang berlanjut ke pelaminan, sering dikatakan “jodoh”. Jika, perkawinannya kandas di tengah jalan, dikatakan “tidak jodoh”. Yang mengherankan, para pelaku sering melibatkan “Yang di Atas” atas keputusannya tersebut, baik ketika menikah atau bercerai.
            JIKA kita melihat berita-berita perkawinan atau penceraian seorang artis, mereka mudah mengatakan, “Sudah kehendak dari Yang di Atas.” Maksudnya, perkawinan mereka sudah merupakan kehendak Tuhan. Pun, kalau bercerai, merekapun meyakini juga sudah menjadi kehendak Tuhan. Dengan pernyataan itu, sang artis ingin mencitrakan dirinya sebagai seorang religius. Sebab, setiap keputusannya yang diambil, terutama saat menikah dan kemudian bercerai, sudah melibatkan Tuhan.
            Benarkah demikian? Mbah Ribut ragu. Orang yang mudah membawa nama-nama Tuhan, belum tentu seorang religius. Mungkin saja orang yang membawa-bawa atau melibatkan nama Tuhan itu beranggapan bahwa Tuhan tidak bisa protes secara langsung jika nama-Nya dilibatkan secara kurang pas. Bahasa agamanya disebut: orang munafik!
            Dalam diskusi filsafat dikenal adagium: “Ketika menyebut Tuhan, diskusi selesai.” Ini mau mengatakan bahwa setiap persoalan hidup ini jangan segera dengan mudah dilarikan sebagai merupakan “kehendak Yang di Atas”. Jangan-jangan peristiwa itu terjadi adalah ”kehendak dari bawah saja” alias manusia sendiri. Misalnya, bencana alam, khususnya banjir, yang melanda negeri Indonesia akhir-akhir ini, sebagai “kehendak  Yang di Atas” atau ulah politisi?
Mereka, para politisi, baik yang berada di eksekutif, legislatif, maupun yudikatif, salah urus negeri ini. Kebijakan mereka tidak memperhatikan masalah lingkungan. Mereka hanya memikirkan keuntungan diri sendiri dan kelompoknya. Lalu, alam merespon dengan banjir, karena tak ada lagi lahan-lahan yang dapat menahan air. Sebab, hampir semua lahan hijau, sudah mereka sulap dengan bangunan beton berupa perumahan dan sejenisnya. Wah, jadi bicara tentang lingkungan hidup nih.
Masalah perkawinan atau relasi suami-istri tidak sekadar perkara berjodoh atau bukan. Menurut Mbah Ribut, jodoh merupakan upaya untuk menemukan pasangan hidupnya yang cocok. Untuk mencari kecocokan ini perlu usaha kita. Manusia ditakdirkan otaknya memiliki akal (membedakan benar dan salah); hati nurani (membedakan baik dan buruk); dan naluri (membedakan suka atau benci). Maka, manusia dibagi menjadi tiga tipe, yakni manusia akal; manusia hati; dan manusia naluri. Meski pembagian tipe ini tidak mutlak, karena setiap manusia memiliki akal, hati nurani, dan naluri yang ketiganya saling berinterverensi.
“Jodoh”, menurut Mbah Ribut, bertemunya empat varian tipe: manusia akal – manusia hati; manusia akal – manusia naluri; dan manusia hati – manusia naluri. Sementara yang “tidak jodoh”, Mbah Ribut lebih suka menyebut “yang memperjuangkan cinta”, adalah varian setipe, misalnya manusia akal – manusia akal; manusia hati – manusia hati; dan manusia naluri – manusia naluri. Perkawinan yang dikategorikan “jodoh”, hampir pasti mulus-mulus saja hubungan perkawinan mereka. Sedangkan yang dikategorikan “tidak jodoh”, hampir pasti akan banyak tantangan dalam menyelamatkan hubungan perkawinan mereka.
Persoalannya, siapa yang bisa menggolongkan manusia di tipe mana? Hanya orang ber-waskita saja yang bisa menilainya. Mbah Ribut, insya Allah, bisa membantu menilai dan menemukan Anda jenis manusia tipe mana dengan menggunakan media foto (karakter tubuh) atau frekeunsi suara (aksen bicara). Lalu, apa manfaatnya? Dengan memahami jenis manusia tipe apa kita, kita bisa membangun relasi dengan baik dan bijaksana. Mereka yang sudah menikah dan sering konflik, dapat menemukan jalan untuk menyelamatkan perkawinan. Sedangkan yang masih sendirian, dapat lebih mudah menemukan jodohnya. 

Jakarta, 11 Maret 2014
Salam,

Mbah Ribut  

 
Share this article :
 
About Us | Privacy Policy|Term Of Use| Contact Us
Copyright © 2011. beritajawa.com - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger