.

.

Menyiasati Memperoleh Uang

BERITAJAWA.com - 

            Di zaman yang serba modern seperti sekarang ini, uang menjadi segalanya. Sampai-sampai ada yang me-mleset-kan, sila pertama dari Pancasila adalah “Keuangan Yang Mahakuasa”.

            KALI ini, Mbah Ribut ingin sedikit mengungkapkan bagaimana memperoleh uang (tentu yang halal) dengan siasat-siasat tertentu. Beberapa kawan Mbah Ribut menuturkan, jika ingin memperoleh uang banyak ya berdagang, menjadi wirausahawan atau istilah kerennya entrepreneur. Seorang kawan, yang antara lain mainannya plastik dalam berbisnisnya, bertempat tinggal di Semarang, Jawa Tengah, membandingkan antara wirausahawan dengan guru besar.
Dalam usia 60 tahun, sang guru besar memasuki masa pensiun (emiritus) dengan penghasilan menurun sebagai pensiunan. Sementara sang wirausahawan, memasuki usia 60 tahun, menikmati penghasilan yang meningkat dari hasil usahanya.
“Jadi, enak mana, Mbah Ribut? Jadi guru besar atau wirasusahawan?” tanyanya.
Lalu, sang kawan yang entrepreneur ini menjelaskan panjang lebar tentang bagaimana menjadikan seorang entrepreneur. Kurang lebih, “ceramahnya” tak jauh beda yang dibahas oleh para motivator di televisi-televisi itu. Sebagian besar Mbah Ribut amini. Tetapi beberapa hal tidak, karena Mbah Ribut punya ilmu tersendiri tentang uang ini.
Mbah Ribut setuju dengan pendapat seorang entrepreneur harus selalu berusaha dengan sekuat tenaga dan pikiran untuk menjalankan bisnisnya, sampai akhirnya berhasil. Batu seperti “kerikil-kerikil tajam” di awal perjuangan pasti ada. Namun, siapun yang bisa mengatasi “kerikil-kerikil tajam” tersebut, di ujung sana sudah menuggu yang namanya “keberhasilan”. Sayang, tidak semua bisa sampai di ujung sana. Banyak yang patah di tengah jalan, bahkan sampai patah arang dengan dunia usaha.
Meskipun demikian, Mbah Ribut mempunyai pemikiran tersendiri untuk menyiasati mencari uang dengan cara-cara lebih cerdas, yakni dengan mengikuti kehendak alam. Setiap manusia mempunyai kehendak alamnya masing-masing atau dengan istilah lain “jalan hidup sendiri-sendiri”, bolehlah disebut takdirnya atau suratan. Misalnya, Mbah Ribut dilahirkan sebagai orang Jawa itu sudah suratan.

Terkait dengan uang, ada orang yang jalan hidupnya berbisnis, menjadi karyawan, bahkan penjual jasa hiburan seperti artis. Apapun profesi mereka, ada kategorinya. Mereka ada yang berhasil menjadi kaya raya, berkecukupan, bahkan berkekurangan. Melihat kenyataan ini, kekayaan (keberhasilan mengumpulkan uang), bukan terletak pada orang bersangkutan berbisnis atau tidak berbisnis. Semua profesi memperoleh kesempatan untuk menjadi kaya. Lantas, bagaimana caranya, Mbah Ribut?
Sabar. Mbah Ribut akan menerangkan dari satu segi dulu, yakni sisi cita-cita. Semua orang memiliki cita-cita. Cita-cita satu dengan yang lain bisa sama bisa berbeda. Dari pengamatan Mbah Ribut, semua orang itu berhasil meraih cita-citanya, tidak satupun yang gagal. Maka, orang yang bisa kaya, memperoleh banyak uang, itu karena cita-citanya seperti itu.
Nah, cita-cita yang kuat itu, ibarat frekuensi dari sebuah gelombang yang dapat menarik apa saja yang dicita-citakan dari alam semesta. Ini yang disebut Hukum Tarik Menarik atau Hukum Kausal (Sebab – Akibat). Jika, kita mau menelusuri ke belakang kehidupan kita masing-masing, yang kaya raya itu pasti dulu selalu berpikir (disadari atau tidak) ingin mempunyai uang banyak dan sejenisnya. Demikian pula yang berkecukupan, dia hanya ingin seperti itu. Juga yang berkurangan, selalu saja berpikir dirinya miskin dengan krisis kepercayaan diri yang akut.
Dengan pikirannya masing-masing, orang-orang bersangkutan digerakkan oleh cita-citanya tersebut sampai pada posisi keuangan tertentu. Pertanyaannya sekarang, kita di posisi mana? Puas atau kurang puas dengan keuangan kita? Kalau sudah puas, bersyukurlah pada Tuhan. Jika belum, mari kita berunding untuk mengubah cita-cita kita agar bisa menarik banyak uang. Katakanlah kepada hati Anda, “Saya ingin mempunyai banyak uang!”
Secara teknis, nanti akan Mbah Ribut jelaskan di tulisan berikutnya.

Jakarta, 25 Februari 2014
Salam,
Mbah Ribut


             

 
Share this article :
 
About Us | Privacy Policy|Term Of Use| Contact Us
Copyright © 2011. beritajawa.com - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger