.

.

Mari Mencari Solusi Bersama

BERITAJAWA.com -


        
Mujizat itu terjadi, sekurang-kurangnya ada dua subyek, yakni Allah dan manusia yang menerimanya. Mujizat akan berjalan efektif, jika subyek pertama dan kedua saling bekerjasama. Maka, mujizat itu terjadi karena kehendak Allah dan kesiapan manusia bersangkutan untuk menerima mujizat tersebut.
             MUJIZAT  tidak akan pernah ada pada orang yang tidak mempercayainya. Bahkan, mujizat dianggap tidak ada, karena melawan atau bertentangan dengan akal. Sementara itu, sesungguhnya manusia tidak hanya terdiri dari akal saja. Manusia selain memiliki akal, juga hati nurani dan naluri. Bahkan, pada perkembangan mahkluk hidup (tak terkecuali manusia), berawal dari bekal naluri yang menurunkan mahkluk hidup reptilia; kemudian ada mahkluk hidup yang dilengkapi naluri dan hati nurani seperti binatang menyusui (mamalia); dan terakhir mahkluk hidup yang disebut manusia, dilengkapi dengan akal.
Dengan demikian, manusia menjadi mahkluk hidup yang paling komplit (sempurna) di antara mahkluk hidup lainnya. Karena manusia adalah mahkluk yang memiliki akal, hati nurani, dan naluri yang sering diistilahkan humaniora. Jadi, jika manusia hanya mengandalkan akalnya saja, dia belumlah komplit disebut manusia. Manusia menjadi manusia (memanusiakan manusia), jika dia mengembangkan keseimbangan antara akalnya dengan hati nurani dan nalurinya. Akal, hati nurani, dan naluri merupakan perangkat otak.  Akal merupakan perangkat otak termuda dibandingkan hati nurani, apalagi naluri.
Kembali ke konteks mujizat tadi, manusia bisa menerimanya jika mau menggunakan lebih dari sekadar akalnya. Pebisnis ulung yang kemudian menjadi konglomerat dalam kesaksiannya – terkait dengan “mujizat bisnisnya” – sering terungkap karena penggunaan naluri bisnisnya ketika akan memutuskan sesuatu. Sedangkan dalam mengembangkan relasi bisnisnya, dia lebih menggunakan hati nuraninya. Maka, tidaklah mengherankan, pebisnis ulung tidak selalu harus didukung intelek (akal) yang (berpendidikan) tinggi.
Bagi para penyembuh, mereka juga tidak perlu belajar kedokteran lebih dahulu untuk “membuat mujizat penyembuhan”, tapi cukup mengandalkan ketajaman hati nurani dan nalurinya, ditambah sensor akalnya. Dengan demikian, dia tidak perlu menggunakan alat bantu medis, tapi cukup mengulurkan tangannya ke tubuh si pasien untuk mendeteksi penyakit dan memperoleh cara pengobatannya. Dan itu semua akan terjadi mujizat penyembuhan, jika ada kerjasama antara si penyembuh dan pasiennya. Si penyembuh punya niatan baik untuk menyembuhkan dan si pasien mempercayainya.    
Kesimpulannya, mujizat itu bisa terjadi kepada siapa saja yang memintanya. Seperti halnya doa, terutama doa permohonan kepada Tuhan, semuanya dikabulkan oleh Tuhan. Jika tidak terjadi mujizat atau pengabulan doa oleh Tuhan, itu disebabkan si peminta mujizat atau orang yang mendoakan permohonan, belum siap menerimanya. Lalu, bagaimana untuk mempersiapkan diri menerima mujizat atau pengabulan doa oleh Tuhan?
Secara sederhana, kita cukup mengatakan, “Percaya saja!”  Tapi untuk menjadi “percaya saja”  membutuhkan pemahaman yang mendalam dan ketrampilan tersendiri. Butuh latihan-latihan khusus untuk mengaktivkan akal, hati nurani, dan naluri, sehingga membawa kepada suatu kemampuan khusus. Pada saatnya nanti, Mbah Ribut akan men-sharing-kan ini di sini.
Yang penting sekarang, mari kita mencari solusi bersama, membangun kerjasama di antara kita. Apapun masalah Anda, kita urai bersama-sama. Siapa tahu terbentang jalan untuk solusi kita temukan bersama-sama.
Terima kasih kepada para pemerhati tulisan Mbah Ribut di Berita Jawa ini. Konon, di antara pemerhati Mbah Ribut, ada yang tidak sabar ingin berkonsultasi langsung. Untuk sementara, mereka yang ingin berkonsultasi langsung dan mendapatkan jawaban secara pribadi dengan privasi terlindungi, silahkan kirim ke alamat email: mbahribut1@yahoo.com dan lengkapi dengan foto Anda.

Jakarta, 28 Februari 2014
Salam,

Mbah Ribut
 
Share this article :
 
About Us | Privacy Policy|Term Of Use| Contact Us
Copyright © 2011. beritajawa.com - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger